Monday, November 22, 2010

tiga tahun itu

masih terasa sekali bahwa saya telah menghabiskan tiga tahun sia-sia dalam hidup saya. sia-sia menjadi wanita baik-baik yang not-so-me. well, tidak berarti saya tidak baik. hanya saja that was not real me..

terkungkung, pergerakan yang terbatas, penghinaan, kesakithatian, kepura-puraan.

moment yang menjadi turning point adalah ketika dia, secara sengaja ataupun tidak sengaja, mempertemukan banyak pihak: saya, dia, keluarganya, dan wanita itu, yang secara otomatis membuat saya tampak seperti pecundang. setelah itu saya berjanji pada diri sendiri bahwa apapun yang dia lakukan, tidak akan berdampak pada hati saya lagi. hati saya membatu (untuknya).

dan ingin sekali saya membuat penderitaan sekali saja dalam hidupnya. sudah saya lakukan.

  • dia menderita karena saya kembali ke sahabat2 terbaik saya yang selama ini for his fool reasons, saya tinggalkan.
  • dia menderita karena lebih banyak orang mengenal prestasi saya dibanding ketenaran dia. walaupun awalnya dia yang membodoh-bodohi saya ini murahan dan sangat bodoh.
  • dia menderita karena kali ini saya bisa marah ketika dia telpon di saat yang tidak tepat, memberi pendapat yang tidak berbobot, mendikte saya ini itu sesuka hatinya, dan saya menunjukkan ketegasan saya sesungguhnya.
  • dia marah karena saya berani mengenalkan teman laki-laki saya.

sudah saya peringatkan, cinta buat saya adalah sesuatu yang berharga, yang akan terus saya bela. dia tau bagaimana saya dulu membela dia, di mata semua orang. dan ketika dia tau bahwa laki-laki lain itu ada dalam hidup saya, dia sadar bahwa saya tidak lagi akan membelanya. dia telah kehilangan pelindungnya.

saya, yang telah dia sakiti di bawah hujan kota jakarta di putaran tugu tani dan yang pernah dia koyakkan hatinya dengan satu kata "murahan", berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan tidak akan membiarkan teman-teman saya mengalami hal serupa.

tiga tahun itu, telah berlalu (buat dia, saya, dan semua orang di dunia ini). sia-sia.

-yqt-

No comments:

Post a Comment